Monday, July 4, 2011

Quotes


When injustice becomes law, resistance becomes duty"...."Many will call me an adventurer - and that I am, only one of a different sort: one of those who risks his skin to prove his platitudes."— Che Guevara (1928-1967) International Revolutionary

Friday, July 1, 2011

Quotes of Famous Leaders

1. “One death is a tragedy; one million is a statistic.” – Josef Stalin

2. “Ideas are more powerful than guns. We would not let our enemies have guns, why should we let them have ideas.” – Josef Stalin



3. “We need not fear the judgement of history. Who, after all, speaks today of the extermination of the Armenians?” – Adolf Hitler

4. “To sum it all up, I must say that I regret nothing.” – Adolf Eichmann

5. “I didn’t say ‘former president,’ I said ‘president,’ and I have the constitutional rights according to the constitution, including immunity from prosecution.” – Saddam Hussein

6. “Equality means nothing unless incorporated into the institutions.” – Slobodan Milosevic

7. “Generals think war should be waged like the tourneys of the Middle Ages. I have no use for knights; I need revolutionaries.” – Adolf Hitler



8. “One thing I congratulate everyone on is the great explosion which has occurred in Washington’s Black House and the very important scandal which has gripped leaders of America.” – Ayatollah Khomeini

9. “The oppressed peoples can liberate themselves only through struggle. This is a simple and clear truth confirmed by history.” – Kim Il-Sung

10. “A man who dreads trials and difficulties cannot become a revolutionary. If he is to become a revolutionary with an indomitable fighting spirit, he must be tempered in the arduous struggle from his youth. As the saying goes, early training means more than late earning.” – Kim Jong-il

11. “Politics is war without bloodshed while war is politics with bloodshed.” – Mao Zedong

12. “We love death. The U.S. loves life. That is the difference between us two.” – Osama bin Laden
 
13. “Keep your faith in God, but keep your powder dry.” – Oliver Cromwell

14. “I want you to know that everything I did, I did for my country.”- Pol Pot

15. To read too many books is harmful. — Mao Zedong



16. “You cannot run faster than a bullet.” – Idi Amin

17. “Turkey is taking advantage of the war in order to thoroughly liquidate (grundlich aufzaumen) its                       internal foes, i.e., the indigenous Christians, without being thereby disturbed by foreign intervention.”               –  Talat Pasha

18. “Terror is only justice: prompt, severe and inflexible; it is then an emanation of virtue; it is less a distinct             principle than a natural consequence of the general principle of democracy, applied to the most pressing         wants of the country.” — Maximilien Robespierre

19. “The only white man you can trust is a dead white man.” – Robert Mugabe

20. “Americans are the great Satan, the wounded snake.” – Ayatollah Khomeini

21. “Death is the solution to all problems. No man – no problem.” – Joseph Stalin

contribute to Listverse

Thursday, June 30, 2011

Aku Kembali...........

Post pertama setelah 1 tahun 5 bulan megubat lara hati........

Monday, February 8, 2010

Masyarakat MElayu Di LAutan Hindi.....kepulauan COCOS

Rumpun Melayu tidak terhenti sahaja dikepulauan Melayu tetapi juga ada dibenua Afrika,Sri lanka,Eropah dan duduk berterabur diseluruh dunia. tetapi ada sebuah rumpun melayu yang mendiami kepulauan Cocos yang terletak diantara Australia dan Sri langka. Sejarah kedatangan Melayu berlaku pada tahun 1826 apabila seorang pengusaha Inggeris membawa hamba dari kepulauan Melayu seperti dari Bali, Bima, Celebes, Madura, Sumbawa, Timor, Sumatra, Pasir-Kutai, Malacca, Penang, Batavia dan Cirebon untuk membuka pulau ini. Nasib hamba Melayu berubah apabila John Clunies-Ross seorang scotish mengambil alih pulau ini dan menjadikan pulau ini pengeluar kopra. Beliau mengambil lebih banyak pekerja dari kepulauan Melayu dan berlaku penghijrahan yang besar pada tahun 1827. walaupun jauh daripada kepulauan Melayu cara hidup, agama dan budaya masyarakat Melayu Cocos tidak banyak berubah. Penduduk Melayu banyak tinggal di Home Island iaitu antara dua buah pulau yang berpenghuni disana. terdapat kira-kira 300 buah keluarga Melayu yang tinggal di pulau tersebut..




                              Perkahwinan Masyarakat Melayu Pulau Cocos



                                     Cara Hidup Melayu Pulau Cocos


Saturday, January 30, 2010

Lawan Jangan Terus Menyerah...........................

Sajak Pertemuan Mahasiswa...............
W.S Rendra



Matahari terbit pagi ini
mencium bau kencing orok di kaki langit
melihat kali coklat menjalar ke lautan
dan mendengar dengung di dalam hutan
lalu kini ia dua penggalah tingginya
dan ia menjadi saksi kita berkumpul disini
memeriksa keadaan
kita bertanya :
kenapa maksud baik tidak selalu berguna
kenapa maksud baik dan maksud baik bisa berlaga
orang berkata : “kami ada maksud baik”
dan kita bertanya : “maksud baik untuk siapa ?”
ya !
ada yang jaya, ada yang terhina
ada yang bersenjata, ada yang terluka
ada yang duduk, ada yang diduduki
ada yang berlimpah, ada yang terkuras
dan kita disini bertanya :
“maksud baik saudara untuk siapa ?
saudara berdiri di pihak yang mana ?”
kenapa maksud baik dilakukan
tetapi makin banyak petani kehilangan tanahnya
tanah – tanah di gunung telah dimiliki orang – orang kota
perkebunan yang luas
hanya menguntungkan segolongan kecil saja
alat – alat kemajuan yang diimpor
tidak cocok untuk petani yang sempit tanahnya
tentu, kita bertanya :
“lantas maksud baik saudara untuk siapa ?”
sekarang matahari semakin tinggi
lalu akan bertahta juga di atas puncak kepala
dan di dalam udara yang panas kita juga bertanya :
kita ini dididik untuk memihak yang mana ?
ilmu – ilmu diajarkan disini
akan menjadi alat pembebasan
ataukah alat penindasan ?
sebentar lagi matahari akan tenggelam
malam akan tiba
cicak – cicak berbunyi di tembok
dan rembulan berlayar
tetapi pertanyaan kita tidak akan mereda
akan hidup di dalam mimpi
akan tumbuh di kebon belakang
dan esok hari
matahari akan terbit kembali
sementara hari baru menjelma
pertanyaan – pertanyaan kita menjadi hutan
atau masuk ke sungai
menjadi ombak di samodra
di bawah matahari ini kita bertanya :
ada yang menangis, ada yang mendera
ada yang habis, ada yang mengikis
dan maksud baik kita
berdiri di pihak yang mana !
~ W.S Rendra ~
( jakarta, 1 desember 1977)

Monday, January 11, 2010

CATATAN KEPADA SI ANGKUH

LALU DIA PUN LUPA


dia pun lupa

lupa akan dirinya
lupa akan akan hari hari kelahirannya
lupa tentang sawah dan padi
lupa tentang sungai dan perigi

maka dia pun lupa
lupa kenapa di berada disini
lupa kenapa dia menjadi sebegini

jika dia melihat bumi ini
jika dia mendongak ke langit
jika dia ternampak awan
jika dia ternampak bintang
jika dia ternampak bulan
jika dia ternampak sinar matahari

pasti dia sedar betapa luasnya maya
pasti dia sedar betapa kecilnya dirinya
sebutir debu dalam mahamaya

lalu dia lupa

lalu dia menjadi angkuh
lalu dia menjadi sombong
lalu dia ingin memiliki dunia ini
lalu dia ingin memiliki maya ini
lalu dia ingin memiliki

lalu dia lupa akan kitab kitab kita kuno
lalu dia lupa akan surah surah lama
lalu dia lupa akan kesah kesah lalu
lalu dia lupa akan teromba alam

lalu dia lupa akan dirinya yang kini menjadi bagitu angkuh

lalu dia lupa
lalu dia memaksa semuanya tunduk ke bawah dulinya

lalu dia lupa
lalu dia mengakui bahawa dia sahajalah yang betul

lalu dia terlupa
setelah 80 ramadan
setelah 80 kong hee fatt chai
satelah 80 dewali
setelah 80 gawai
setelah 80 krismas

tujuh puluh kali salju turun
tujuh puluh kali musim bunga
tujuh puluh kali dia berpesta

akan sampai hari hari akhir

dia terlupa lilin lilin akan cair
dia terlupa musik musik akan berhenti
dia terlupa pesta angkuh ini akan berakhir

seperti dalam kitab kitab lama
seperti dalam surah surah kuno
kita semua akan berterbangan
kembali menjadi debu
kembali ke alam yang mahamaya

jangan terlupa
tidak ada apa yang tinggal
tidak pun sebaris ayat
tidak pun sekuntum shaer

yang tinggal hanya jejak jejak ingatan
yang tinggal hanya titik titik kebaikan
yang juga akhirnya akan dibalut masa



diambil dari tukartiub